BAB 4
(Translater : Hikari)

Bagian 1
— Little Garden, Area Stage Gerbang Luar Nomor 54545, pintu masuk ke Koridor yang menunjukkan [Tablet Lautan Bintang].
"—Baiklah. Rin, apa yang akan kalian lakukan?"
"Apha?"
Rin, yang sedang duduk di pojok café, dengan pipi yang penuh dengan Golden Yam Egg Tart menghentikan tangannya yang sedang memegangi salah satu tart tersebut saat dia mendengar pertanyaan itu. Melihat wajahnya dalam kondisi seperti itu, Percher yang ingin menyelidik masalah tersebut dengan serius malah hanya bisa menghela napas.
Saat ini, Percher dan Rin sedang dalam tugas lain yang membuat mereka harus berpisah dari Jin dan yang lainnya.
Jin, Sandra dan Yang Mulia sedang pergi ke tempat Koridor Pajangan untuk melakukan penyelidikan mereka sementara Percher dan Rin menunggu perintah di area pintu masuk.
Tapi karena mereka memiliki banyak waktu senggang, mereka memutuskan untuk pergi mencicipi makanan khas lokal [Salamandra] — kue tart Golden Yam Egg. Sementara dia masuk belum begitu jelas mengenai motif dari dua orang yang kelihatannya tidak begitu menganggap hal ini serius, Percher mengumpulkan keberanian untuk mengajukan pertanyaan sekali lagi:
"Aku sudah mengetahui alasanmu pergi datang ke Kota ini. Jadi katakan padaku. Berapa lama lagi kau akan bersikap seperti itu?"
"Hoho, kedengarannya menarik sekali mendengar hal itu darimu. Percher tahu rencana kami?"
*Wow, sangat menyeramkan~ Aku benar-benar terkejut!* Rin memperlihatkan senyuman seperti itu di bibirnya.
Gaya berbicara itu setelah tertegun sejenak dengan suara beraksen. Itu adalah kemampuan berbicara wanita muda ini. Melihat betapa waspada lawannya meskipun dia sudah berusaha untuk mengguncangnya, Percher memutuskan untuk lebih mendesaknya lagi :
"Biar kukatakan ini lebih dulu. Semua orang dari [No Name ] akan datang ke Koridor Pajang. Selama aku bertemu dengan salah satu dari mereka, kemungkinan untuk diriku sukses melarikan diri bukanlah nol. Serangan licik yang kau rencanakan untuk [Floor Master] juga akan berakhir gagal. Kemudian, kalian semua juga akan diusir keluar dari tempat ini, kau tahu?"
Percher menyunggingkan senyum santai yang tenang.
— Tentu saja, semua yang dia katakan itu hanyalah informasi buatan tanpa dasar hanya demi mengguncang Rin meski sedikit. Tapi sedikit yang Percher ketahui bahwa kebohongannya akan menjadi sebuah kenyataan.
Rin bersikap seakan-seakan dia sedang berpikir untuk sejenak sebelum tersenyum jahat.
"Baiklah kalau begitu, kalau memang sampai jadi seperti itu, kami hanya perlu mengakhiri rencana kami saat itu."
"Bukankah begitu? Kalau begitu, kenapa tidak berhenti se…"
"Mhm. Kurasa sekarang waktunya untuk membunuh Percher-chan kalau begitu."
— *Syuuut* Sebilah belati tajam sudah menggores leher Percher.
Sepertinya itu adalah kendali kekuatan yang luar biasa, ujungnya hanya menggores lapisan tipis kulit yang menutupi pembuluh arteri yang berdenyut-denyut.
Gerakan menarik belati dalam sekejap yang kini menekan lehernya ini sangatlah cepat bahkan menangkap kelengahan Percher meskipun dia begitu waspada sejak sebelumnya. Hanya sampai rasa perih tersampaikan di kepalanya barulah Percher menyadari goresan di lehernya yang disebabkan oleh belati Rin.
Dan tindakan itu menyebabkan Percher membeku dan memucat.
Sementara itu, Rin dengan santainya mengenyahkan niat membunuh yang dia pancarkan dalam sekejap beberapa saat yang lalu sambil tertawa nakal.
"Aku cuma bermain-main denganmu barusan. Aku hanya ingin mengerjaimu sedikit. Bagaimanapun, Percher-chan tidak cocok untuk negoisasi, jadi tidak perlu memaksakan dirimu sendiri. Terlebih lagi, kalau kau memang memiliki informasi yang bisa digunakan sebagai kartu andalan, kau seharusnya tidak mengibas-ngibaskannya sejak tadi. Kau seharusnya menunggu semua kondisinya terpenuhi sebelum mengeluarkannya. Kalau kau mengeluarkannya begitu saja seperti yang kau lakukan sebelumnya, itu tidak akan terlalu berdampak, kau tahu? … …Tapi, yah, tetap saja adalah laporan palsu darimu."
"… …Uu‼"
Pada titik ini, kegelisahan Percher akhirnya mulai mendekati titik kritis.
Dia telah mempersiapkan mental untuk menciptakan situasi kacau dengan sebuah pertarungan kalau-kalau semuanya berubah menjadi lebih buruk, tapi sepertinya itu adalah ide yang benar-benar buruk. Pada dasarnya, dia memang memiliki opini yang tinggi tentang kekuatan gadis yang terlihat polos ini, tapi dia sedikit tidak menduga bahwa kekuatan lawan melampaui harapannya yang sebelumnya.
(Perbedaannya terlalu besar. Baik pertarungan jarak dekat maupun debat… …)
Dia sudah memasuki jalan buntu dan tidak ada cara lain untuk diambil. Sekalipun ini adalah satu-satunya kesempatan yang dia punya saat Yang Mulia tidak ada di sini, Percher masih tidak dapat menemukan jalan keluar dari masalah ini.
Menyadari kesulitan Percher, Rin memberikan seulas senyuman tanpa pertahanan sambil menggelengkan kepalanya.
"Ya ampun, Santai saja. Setidaknya, kami tidak berniat untuk membunuhmu, Percher, juga tidak ingin menyingkirkan Sandra dan Jin. Bisa dibilang itu akan berlawanan dengan niat kami."
"… …Berlawanan?"
Percher menyipitkan mata sambil memiringkan kepala dengan ragu.
Tatapan Rin menjadi serius saat dia terkekeh: "Aku sendiri, berharap menjadikan kalian bertiga menjadi asset yang berharga untuk Komunitas kami."
"Ap… …Apa?!"
Percher keceplosan karena terkejut. itu adalah hal yang paling mustahil yang bahkan tidak terpikir olehnya—jenderal dan bawahan terpercaya musuh ingin merekrut orang-orang dari pihak mereka?
Tapi Rin yang salah paham dengan reaksi Percher segera mencondongkan tubuh sampai hanya ada sekitar tiga inci jauhnya dari hidung Percher.
"Jangan khawatir, kita bisa diskusikan perlakuan dan keuntungan yang didapat! Kekalahan Percher-chan juga bisa dimaafkan dan dilupakan. Kami juga akan memberimu Gift [Si Peniup Suling Dari Hamelin] lainnya! Masa-masa perburuan penyihir juga sangat dekat dengan masa ketika Percher-chan muncul. Kurasa kau mungkin akan cocok dengan Orsola, kau tahu~ Kalau kau mengembalikan setengah bagian lainnya dari [Mata Maut Balor], kami mungkin saja membiarkanmu muncul kembali sebagai Raja Iblis Maut Hitam——"
"Tunggu. Tunggu sebentar! Mengatakan semua itu di tempat umum… Kau sudah gila ya?!"
Mata Percher bergerak cepat mengamati sekeliling café ruang terbuka itu dan para pejalan kaki di luar saat dia buru-buru menutupi mulut Rin. Begitu blak-blakannya berbicara soal itu di tempat terbuka, benar-benar gadis yang apa adanya. Tapi Rin terus melanjutkan dengan pandangan biasa saja.
"Itu tidak masalah sama sekali, kau tahu? Karena suara kita tidak akan dapat sampai ke telinga orang lain di sekitar kita."
"… …Maaf, maksudmu?"
"Cobalah berteriak sekeras mungkin kalau kau mau. Tidak akan ada yang bisa mendengarmu."
Berbicara dengan begitu percaya dirinya saat memberitahu hal mengerikan semacam itu. Tapi itu adalah sesuau yang seharusnya Percher sadari sejak awal. Kalau dia memikirkannya lagi, dia seharusnya sudah bahwa hal semacam itu adalah hal yang mungkin dengan Gift  milik Rin.
Mengenai Gift Rin, Percher telah mendengarnya sedikit—Gift misterius yang disebut [Achilles High] yang merupakan Gift jenis konseptual yang mengendalikan "jarak" spasial antar objek.
Dan selain potongan informasi tersebut, kondisi penggunaannya, jarak efektif, dan nama asli dari Gift itu tidaklah diketahui.
Satu-satunya yang dapat dipastikan adalah bahwa itu benar-benar Gift yang 'tak tertandingi' dan Percher hanya dua eksistensi yang bisa mengalahkan Gift semacam ini.
Selama ini digunakan untuk menciptakan [Dinding Jarak] antara mereka dan orang-orang di sekitar mereka, secara alamiah akan menciptakan kondisi kedap suara yang memerangkap gelombang suara untuk pergi. Tidak, bukan hanya itu saja. Itu juga mencegah tindakan melarikan diri ataupun teriakan minta tolong.
(… …Dengan kata lain, tidak ada kemungkinan untukku menciptakan keributan yang bisa menarik perhatian orang lain pada kekacauan itu sejak awal?)
Pemikiran semacam itu membuat gadis tersebut semakin takut.
Sebagai tambahan, kondisi [No Name] saat ini tidak memiliki seorang pun yang dapat menyudutkan Rin dan satu-satunya kemungkinan adalah mempertaruhkan segalanya pada Izayoi untuk membuat keributan dalam situasi sebisa mungkin.
Benar-benar situasi yang menjepit.  Dia mengeluh dalam hati.
"… …Bagaimanapun, maaf soal itu. Aku tidak ada niatan untuk bergabung dengan grup kalian. Terlebih lagi, tuanku adalah Jin, jadi silakan bujuk dia terlebih dulu."
"Oh, begitukah? Kalau kami mendapatkan Jin, kami juga akan bebas mendapatkan Percher … … Kedengarannya benar-benar sebuah penawaran yang bagus."
Rin bergumam sendiri seperti seorang gadis yang sedang memutuskan untuk membeli sebuah permen yang menjanjikan hadiah gratis saat pembayaran.
Dan meskipun dia mungkin tidak senang dengan nada bicara seperti itu, Percher memilih untuk diam demi menghindari percakapan yang tidak diperlukan.
"Yah, mari kesampingkan masalah itu untuk saat ini karena aku juga ingin memastikan apa yang kau pikirkan tentang ini. Percher, apa kau ada rasa tidak puas tentang hubungan kontrak tuan dan pelayannya saat ini?"
"Aku tidak bisa bilang kalau aku puas… …tapi hal itu tidak sampai ke titik di mana aku mau memutuskan kontrak ini."
Sebuah jawaban yang sama sekali tidak ada kebohongan. Itu tidak diragukan lagi adalah pendapat jujur Percher.
[No Name] adalah Komunitas yang memiliki potensi untuk meningkat lebih tinggi lagi dari antara level lebih rendah karena mereka memiliki beragam bakat dan sekumpulan para elit yang dapat bertarung secara sebanding dengan Raja-Raja Iblis.
Kalau mereka mendapatkan Bendera Aliansi, mungkin saja bagi mereka untuk menanjak lebih cepat lagi menjadi Lima Digit juga.
Tapi Rin menyipitkan matanya.
"… …Benarkah? Tapi kau tentunya tahu kalau dia tidak memiliki kekuatan yang dibutuhkan untuk menolongmu, Percher, untuk mencapai mimpimu, 'kan?"
"Uu…Itu…"
Perkataan Rin memang benar sampai menancap begitu dalam ke dalam hatinya. Meskipun sifat kekanakannya barusan membuat Percher kebingungan dan karena itu menurunkan kewaspadaannya, Rin sama sekali tidak melepaskan kesempatan tersebut. Dan gadis ini memiliki lidah yang tajam yang memiliki tingkat keakuratan untuk mengenai targetnya setiap kali berdebat.
Perkataan itu sepertinya menancap begitu dalam di hati Percher sampai membuat sebuah ilusi bahwa semua percakapan tadi diciptakan hanya untuk kalimat tersebut menjadi serangan penentuan.
"… … …"
— Untuk memenuji harapan Percher, anak laki-laki bernama Jin Russel tidak cukup kuat pada saat ini.
Dia sudah tahu fakta tersebut.
Tidak peduli betapa luar biasanya rekan-rekan [No Name], orang yang paling penting —Jin, sang pemimpinnya masih benar-benar belum dewasa. Masalah yang Rin ditunjukkan Rin tidak akan akan menjadi masalah kalau harapan itu adalah harapan yang biasa. Tapi harapan Percher—adalah harapan yang akan menjadi beban berat yang menjadikan para dewa yang sebenarnya menjadi musuh.
Jika harapan rahasia yang dia pendam dalam hatinya ini terbongkar……tidak akan terlalu mengejutkan kalau Jin Russel membatalkan kontraknya atau bahkan menyegel Percher selama-lamanya. Rasa tidak aman semacam itu menyebabkan Percher tidak dapat memberitahu [No Name] hal yang sangat dia harapkan.
Dan tidak diperlukan banyak usaha bagi Rin untuk melihat rasa tidak aman dalam diirnya itu.
Rin memperlihatkan senyum menawan sambil menyilangkan lengan di depan dadanya.
"Tapi tidak akan demikian bagi kami. Meskipun kami mungkin telah dikalahkan dalam permainan kami sendiri oleh Komunitas Jin dan yang lainnya sebelumnya, pertempuran kali ini adalah sebuah Game dengan skala yang lebih besar daripada sebelumnya. Dan kalau semuanya berjalan mulus sesuai rencana……dunia Little Garden mungkin akan benar-benar berada dalam kekacauan."
Menempatkan tangan di dadanya yang membusung, dia terus menatap Percher dengan rasa percaya diri di matanya.
Kemauan kuat dalam tatapannya benar-benar pekat dan sepertinya bersinar dalam sudut pandang Percher. Sebagai salah satu sosok berkuasa dalam sebuah organisasi yang memiliki tujuan yang jelas dan tekad serta sikap untuk menarik para rekannya ikut dalam jalan yang dipilih, membuat kesetiaan Percher goyah.
"Tapi……Hak kepemilikanku masih ada pada Jin……"
"Bukannya itu mudah saja? Kita hanya perlu mengajak Jin untuk ikut dengan kita dan semuanya beres, 'kan?"
"Ap…..?!"
"Aku telah mendiskusikannya dengan Aura dan Graiya Oji-san sebelum ini dan kami merasa bahwa kami masih memerlukan seorang anak laki-laki lainnya yang sepantaran dengan Yang Mulia untuk dipasangkan sebagai temannya. Menurutku otak Jin sangat bagus dan dia akan sangat cocok untuk membantu Yang Mulia kami yang kurang dalam pengetahuan umum mengenai keterampilan hidup sehari-hari. Lebih penting lagi, kami juga bisa mempersiapkan banyak Raja Iblis yang cocok untuk [Genier Contractor]—Sejak awal, Giftnya itu hanya bisa difungsikan sampai tingkat potensi yang sesungguhnya saat dia datang ke pihak kami."
Rin menambahkan dengan senangnya.
Kekuatan Jin memang sebuah Gift yang merupakan salah satu Gift khusus untuk memperkuat Raja Iblis yang disegel dan berada dalam kendalinya. Leticia juga berkata bahwa Giftt semacam itu sangatlah terkenal. Bahkan di Little Garden di mana banyak Setengah Dewa dan Dewa berkeliaran, Gift ini adalah salah satu Gift paling unik.
Legenda mengatakan bahwa [Genier Contractor] adalah Gift yang dianugerahkan pada [Solomon, Sang Raja Roh] yang duduk di Empat Digit karena mencapai prestasi menyegel tujuh puluh dua Raja Iblis.
Kalau dia mengalahkan ketujuh puluh dua iblis itu semua sendirian, itu akan membuatnya berada di posisi kedua dalam peringkat karena mengalahkan para Raja Iblis.
Dan leluhur Jin Russel telah menyelesaikan salah satu dari ujian yang disiapkan oleh [Solomon, Sang Raja Roh]—yaitu yang memiliki bagian di mana Gift tersebut sebagai hadiahnya.
Rin yang tahu semua hal itu juga melihat nilai sesungguhnya dari Jin Russel sekalipun dia masih mengembangkan Giftnya.
"Ujian-ujian yang disiapkan oleh [Solomon, Sang Raja Roh] telah diselesaikan tanpa meninggalkan satu ujian pun yang belum diselesaikan. Yang tersisa hanyalah mengalahkan ketujuh puluh dua Raja Iblis yang bisa diserahkan penanganannya oleh orang lain. Itulah yang membuat Gift milik Jin luar biasa diinginkan—bahkan sekalipun pengukuran kasar perlu dilakukan, mungkin saja itu setimpal."
"……"
Sebuah binar tajam dapat terlihat di matanya yang seperti anak kecil, tapi suasana tersebut menghilang hampir segera.
Itu karena Rin mendadak berdiri, bersiap-siap pergi dari café ruang terbuka.
"Bagaimanapun, kurasa ini adalah akhir bujukan hari ini. Percher-chan juga perlu waktu, 'kan? Aku akan pergi dulu, dan akan kupercayakan Yang Mulia padamu hari ini. Makasih."
"Hei, tung…tunggu!"
"Tidak~ Aku tidak akan menunggu Tapi jangan khawatir. Aku akan kembali untuk menggoyahkanmu untuk berpihak kepada kami karena aku merasa bahwa itulah hal terbaik untuk kedua pihak. Ah~ dan jangan lupa untuk merahasiakan identitas sebenarnya dari Yang Mulia—ini juga adalah hal yang terbaik untuk kita berdua."
Rin berputar, membuat rok pendeknya berkibar, saat dia berblik untuk menghilang ke dalam keramaian. Sementara di sisi lain meja café ruang terbuka, hanya ada secangkir minuman yang belum selesai diminum yang ditinggalkan begitu saja.
Si gadis yang muncul mendadak bagaikan badai telah pergi setelah merasa puas dengan kehancurannya.
(……kembali ke Aliansi Raja Iblis?)
Percher menekankan tangannya ke dada saat dia merasa begitu resah tentang itu.
Dia yang merupakan perwakilan dari delapan juta roh pendendam—kumpulan dari arwah-arwah yang dibunuh oleh wabah Maut Hitam.
Dan tubuh ini ada demi memenuhi tujuan harapan pada roh-roh itu yang telah mati dengan begitu banyak kebencian di dalam hati mereka.
Apa lagi yang harus dia putuskan kalau begitu?
Si gadis kesepian yang tidak bisa menemukan jawaban atas pertanyaan itu hanya duduk tempatnya semula.
(Aku…apa yang harus kupilih sekaran…?)
 Bagian 2
— [Kouen, Kota Api Benderang], Distrik Komersial di Sisi Utara.
Mengunci matanya pada pria dengan huruf "æ··" di punggungnya, Izayoi dengan senangnya hanyut dalam pengejaran tanpa henti ini selagi dia berlari di atas atap-atap bangunan.
Kelebatan bayangan Izayoi dapat terlihat melayang di atas kepala kerumunan orang-orang saat dia melesat menuju gang-gang dalam sekejap mata dan dengan mudah melampaui para pasukan polisi militer yang dipencar untuk mengamankan area.
Menyadari keributan tersebut, para pejalan kaki Distrik Komesial menjerit terkejut:
"Wuooooh?! Apa yang barusan itu?"
"Sepertinya sosok seorang manusia yang terbang begitu saja di atas kepala kita!"
"Juga ada pasukan polisi militer yang dapat pengejaran. Mungkinkah itu 'Kamikakushi' yang digosipkan?"
Angin kencang yang menyapu Distrik Komersial menyebabkan orang-orang berspekulasi mengenai apa yang baru saja mereka lihat. Karena mereka hanya bisa melihat Izayoi meskipun mereka tidak dapat melihat pria dengan huruf 'æ··'.
Dan meskipun pasukan polisi militer telah mengejar dari belakang, mereka tidak dapat menebarkan jala ke sekeliling lawan yang tak terlihat, jadi karena itulah mereka memutuskan untuk mengejar punggung Izayoi.
(Seandainya Mandra, orang itu bisa melebarkan jala dari anak buahnya untuk mengeliling area ini, semuanya akan lebih mudah…)
Tapi itu adalah hal sulit bagi mereka capai saat menyamakan langkah dengan musuh yang tak terlihat. Terlebih lagi, gerakan kaki lawan tidak lebih buruk dari Izayoi. Bagaimanapun lawan masihlah seorang Raja Iblis, meskipun peringkat tiga.
Walaupun begitu, tetap saja adalah hal yang mungkin bagi Izayoi untuk menyusulnya kalau dia mengerahkan segenap kemampuannya dalam pengejaran ini.
Akan tetapi, kalau Izayoi mengerahkan seluruh kekuatannya di setiap langkahnya, struktur pemukiman yang tidak cukup stabil kemungkinan besar akan terhempas. Dia sebelumnya pernah menghancurkan sebuah bangunan tinggi dengan cara itu saat dia menggunakannya sebagai pijakan kaki untuk mengerahkan segenap kekuatannya.
Pada dasarnya, semua struktur di Little Garden dibangun dengan Gift pertahanan untuk memperkuat kekokohannya, tapi kalau Izayoi menggunakan seluruh kekuatannya pada struktur-struktur tersebut, itu semua akan menjadi hal yang berbeda.
(Meski demikian, melanjutkan pengejaran tanpa henti sama sekali tidak akan menyelesaikan masalahnya juga.)
Sejak awal merasa antusias dengan pengejaran ini, Izayoi sekarang kembali sadar sepenuhnya.
Dia berpikir bahwa permainan kejar-kejaran ini akan dilengkapi dengan penggunaan Gift yang mirip dengan "虚度光阴" (TL Note : Melewati waktu dengan sikap diam. Penerjemahan langsung dari skill yang menyebabkan waktu berhenti untuk lawan). Akan tetapi, hal menarik semacam itu sepertinya terbatas hanya untuk satu waktu dan sisa dari pengejaran murni sebuah permainan kejar-kejaran dengan dirinya yang harus menahan kekuatannya.
Dilihat dari sudut pandang Izayoi yang tidak suka pengulangan kerja keras, situasi semacam ini hanya bisa digambarkan olehnya sebagai sesuatu yang sangat membosankan.
Memang terlintas di pikirannya untuk menendang sebuah bangunan untuk menembakkan puing-puing seperti peluru shotgun... ...tapi dia sudah pernah menggunakan trik ini pada Kuro Usagi sebelumnya dan tidak akan menarik menggunakannya untuk kedua kalinya. Karena itu, hanya ada satu pilihan yang tersisa
(Oh, ya sudahlah, kurasa tidak ada cara selain ini. Aku akan minta maaf pada Mandra nanti.)
 Izayoi menepukkan tangannya saat dia meminta maaf dalam diam sebelum mengerahkan kekuatannya ke kaki-kakinya sambil terus melesat ke depan.
Lari sepenuh tenaga dapat menyebabkan bangunan-bangunan atau jalanan yang digunakan sebagai pijakannya jadi hancur.
Tapi kalau itu adalah lompatan sekuat tenagaHal terburuk yang bisa terjadi hanyalah hancurlah sebuah bangunan.
Meskipun itu masih bisa terhitung sebagai kerusakan parah, tapi harga yang diperlukan untuk menangkan "Kamikakushi", hal semacam itu adalah sebuah pengorbanan kecil, jadi korban pastinya akan mengerti tentang kerusakannya.
Di sisi lain, Raja Iblis Kekacauan tidak menyadari pemikiran berbahaya yang telah terbentuk dalam pikiran lawannya saat dia basah kuyup oleh keringat fokus untuk lari. Dia begitu sibuk melayang dari dinding-dinding gang sempit dan meloncat-loncat kecil di puncak-puncak pohon. Dia bahkan berani menggunakan lentera-lentera yang bergelantungan dan kabel-kabel listrik sebagai pijakan kakinya karena kemampuannya membuat tubuhnya seringan bulu sama hebatnya dengan para acrobat.
Tapi menjadi orang yang dianugerahi dengan berbagai tekhnik serbaguna, hanya dialah yang mengerti dengan jelas betapa suramnya situasi saat ini bagi dirinya karena si pengejar luar biasa gigih tanpa henti di belakangnya.
(Tidak masuk akal, ini sama sekali tidak masuk di akal! Si bocah kecil bau itu benar-benar tidak masuk akal! Kalau ini terus berlanjut, aku bahkan tidak akan bisa mengerti dengan ide tentang bertemu Kouryuu untuk menantangnya duel!)
Dibandingkan dengan kebencian terhadap musuh bebuyutannya, jauh lebih penting untuk mempertahankan nyawanya. Dan Raja Iblis Kekacauan terus berlari dengan jubah yang dihiasi huruf "æ··" berkibar di belakangnya.
Dia, yang telah datang jauh-jauh ke [Kota Kouen] demi kesempatan untuk menyerang Raja Iblis Saurian, [Guru Agung yang Menghancurkan Lautan], memiliki masa lalu yang tragis juga.
---Akan jadi hal yang menarik untuk mengetahui berapa banyak orang yang ternyata mengingat hal tersebut. Karena Raja Iblis Kekacauan ini adalah salah satu Raja Iblis yang paling berani hingga tercatat dalam . Pada saat yang sama, dia juga merupakan korban pertama yang dikalahkan setelah Sun Wu Kong, yang telah mengumpulkan banyak sekali pencapaian dalam pertempuran, karena dia yang membunyikan gong pertama tanda penyerangan.
(Sial……! Aku datang ke pemukiman manusia semacam ini hanya karena berita bahwa pemuda itu, Kouryuu, telah menemapit kantor seorang Master......Kenapa aku begitu sial?!)
Menekan seutas kabel yang terhubung ke sebuah lampu, dia memanfaatkan kekuatan lentingan ke atas untuk melompat.
Raja Iblis Kekacauan yang memutar tubuhnya di tengah udara, berhasil menangkap sosok Izayoi dari sudut matanya.
(......Kurasa ini membuatku tidak punya pilihan lain. Meskipun aku benar-benar tidak ingin menggunakannya sebelum ke pemuda itu, Kouryuu, tiba——)
Atmosfir di sekitar Raja Iblis Kekacauan mendadak mengalami perubahan dramatis. Izayoi mendecakkan lidahnya karena frustrasi saat menyadari hal itu juga dan memarahi dirinya sendiri karena kesalahan perhitungan dirinya.
Saat kekuatan spiritual yang tersembunyi oleh huruf "æ··" di jubah itu mulai melebar, sebuah hembusan angin jahat mulai bertiup di Distrik Komersial.
([Authority of Host Master]……)
Otoritas itu secara paksa memunculkan sebuah Ujian yang diberikan kepada Manusia Setengah Dewa, Para Makhluk Ilahi dan Dewa-Dewa Terkuat.
Kalau ini hanyalah hari yang biasanya, Izayoi pasti akan menyambut tantangan ini, tapi sekarang bukanlah hari yang bagus untuk situasi semacam ini.
Pada saat ini, [Will-O'-Wisp] seharusnya sedang menyerahkan Gift baru pada Asuka. Kalau ini adalah Gift Game yang sebenarnya, semuanya akan berbeda tapi dia tidak ingin mengambil resiko untuk pertarungan yang tidak diperlukan dengan seorang Raja Iblis tanpa persiapan apapun.
Dan tanah mullah bersuara *Zraaak* akibat tekanan kakinya yang berlari di jalan-jalan berbata.
"Tidak akan kubiarkan kau…!"
Melampaui kecepatan suara, dia melompat dengan kekuatan yang cukup untuk menggetarkan atmosfir di sekelilingnya.
Batu-batu bata di bawah kakinya dengan segera hancur dengan pecahan-pecahan puing yang bertebaran ke sekitar.
Dan saat itu juga saat tangannya yang terulur nyaris menyambar pria dengan huruf "æ··"—Mandra berteriak lantang dari belakangnya.
"Belakangmu! Awas!"
Dia baru merasakan ancaman di belakangnya saat itu juga, tapi sudah terlalu terlambat baginya untuk bereaksi.
Izayoi baru saja akan menolehkan kepalanya saat dia diserang—oleh hembusan kuat angin yang begitu dingin yang tersapu ke distrik yang luar biasa panas.
(Apa——?!)
Hembusan keras angin yang luar biasa dingin yang bahkan berhasil membekukan bahkan lidah-lidah api lampu-lampu telah menyapu seluruh Distrik Komersial. Menggunakan puing yang terhempas ke atas oleh angin tersebut sebagai pijakannya, dia berhasil menghindari serangan dari belakang itu.
Tapi dia tetap saja sedikit terlambat.
Seakan-akan musuh telah menunggu Izayoi untuk melompat kedua kalinya sebelum dengan sempurna melakukan serangan yang dilancarkan langsung saat itu juga.
"……‼"
Angin dingin yang menggigit tulang dilepaskan pada Izayoi sementara puing-puing dari struktur terdekat juga dipertajam oleh angin dingin itu untuk membentuk belati-belati es yang terbang ke arahnya. Meskipun Izayoi menggunakan kedua tangannya untuk menangkis semua pecahan-pecahan es itu, dia masih tidak dapat menghinar dari udara dingin membekukan yang meledak padanya.
Hembusan angin itu begitu dingin sampai sepertinya memadatkan atmosfir itu sendiri dan retakan-retakan mulai bermunculan di kulitnya begitu bersentuhan dengan udara yang luar biasa dingin itu.
Izayoi berhasil memperbaiki postur tubuhnya di tengah udara setelah terpukul oleh udara yang amat sangat dingin itu dan mendarat pada terpal yang menutupi sebuah kios dan mengurangi dampak dari kejatuhannya. Tapi satu-satunya kesalahan perhitungannya adalah fakta bahwa kios tersebut menjual buah-buahan.
"Sial……Aku sudah biasa basah oleh air tapi tidak perlu jus buah kali ini."
*Kraukk* Izayoi membenamkan gigi-giginya pada sebutir apel.
Dan karena menjadi dingin, rasanya juga jadi cukup enak, tapi itu semakin membuatnya kesal.
Pemilik kios itu terpana memandangi Izayoi dan kiosnya yang hancur saat sebuah teriakan muncul dari Mandra yang akhirnya berhasil menyusul.
"Hei, kau tidak apa-apa?"
"Ah, aku baik-baik saja. Tapi maaf karena membiarkan targetnya kabur, dan juga karena mengambil tindakan sendiri tanpa meminta bantuan. Karena aku tidak punya alasan untuk tindakan-tindakan itu."
"Tidak, tidak, itu bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Kami juga tidak bisa melihatnya dan hasilnya akan sama……
Daripada itu, ke mana orang itu pergi? Aku masih perlu informasi untuk pembaruan berita mengenai situasi ini pada publik."
"Aku minta maaf untuk itu juga karena aku benar-benar kehilangan dia sepenuhnya."
Izayoi menjawab dengan canggung dan Mandra tidak memarahinya untuk hal itu tapi hanya menatapi tanah dan merenungi kegagalan tugas yang dia serahkan pada pemuda itu[1].
"……Aku mengerti. Tapi dengan banyak hal yang terjadi sekarang, aku akan dengan tegas meminta kerja samamu untuk menyelesaikan kasus ini sekalipun kau tidak ingin."
"Aku tidak merasa keberatan dengan itu. Bagaimanapun bukanlah kebiasaanku untuk membiarkan masalah di tengah jalan. Tapi hal yang paling penting adalah——"
Kata-kata Izayoi terputus saat dia mendongka melihat langit.
Dibandingkan dengan Raja Iblis Kekacauan, dia lebih penasaran dengan angin yang luar biasa dingin itu.
Melepaskan serangan pada saat-saat yang paling menguntungkan. Itu adalah sebuah prestasi yang tidak bisa dicapai siapapun dan itu adalah serangan yang dilancarkan dengan hebatnya yang mengincar saat-saat rentan.
(Apakah ada kaki tangan sejak awal? Aku yakin tidak merasakan orang lain. Terlebih lagi kalau memang ada banyak orang yang terlibat dalam kasus ini, apakah pria itu akan mengeluarkan kartu [Authority of Host Master] dengan begitu tergesa-gesanya?)
Kalau begitu, siapa sebenarnya orang itu?
Itu bukanlah polisi militer maupun anak buah Raja Iblis Kekacauan.
Mungkinkah pihak ketiga yang tidak dikenal mendadak muncul untuk melancarkan serangan pada Izayoi? Atau mungkin itu hanyalah tindakan untuk menyelamatkan Raja Iblis Kekacauan?
Dan pertanyaan terbesar adalah ke mana dia, Raja Iblis Kekacauan, menghilang.
(Kalau aku tidak salah, keberadaan Raja Iblis Kekacauan telah menghilang bersamaan dengan hembusan angin sedingin es—)
—itu benar, dia menghilang.
Meskipun Izayoi telah diserang dengan serangan diam-diam, Raja Iblis Kekacauan telah menarik seluruh perhatiannya dan meski begitu targetnya mendadak menghilang bagaikan asap yang lenyap ditiup angin.
Tepat seperti 'Kamikakushi' yang sebenarnya.
"'Kamikakushi' telah di'Kamikakushi'……? Sepertinya sebuah masalah telah muncul bahkan sebelum masalah lainnya selesai."
"Apa?"
"Ada banyak hal yang harus dilakukan. Tapi pertama-tama kita harus menginformasikan Sandra bahwa musuh adalah Raja Iblis 'Kamikakushi' dan aku takut hanya anak kecil yang bisa melihat dia."
Mendengar perkataan Izayoi, wajah Mandra mendadak memucat untuk alasan yang tidak diketahui dan menarik napas tajam.
"Hanya…Hanya anak-anak yang bisa melihatnya?"
"Yep. Nama orang itu adalah Raja Iblis Kekacauan. Identitas sebenarnya mungkin Iblis atau monster yang bisa bersembunyi di dalam hati anak-anak kecil sambil berkeliaran dengan bebas—tidak, hal ini bisa dikatakan nanti. Saudarimu akan menjadi kandidat terbaik untuk melawan Raja Iblis ini, jadi hubungi sekarang juga."
"A…Aku mengerti."
Mandra membalas dengan gigi terkatup.
Izayoi merasakan respon yang aneh itu dan dia melemparkan tatapan penasaran ke arah Mandra.
"……apa ada masalah? Apa ada hal yang menyulitkan untuk melakukan itu?"
Wajah Mandra memperlihatkan ekspresi mengejek diri sendiri saat bergumam, "Bukan, bukan begitu. Aku hanya merasa sedikit malu dengan tindakanku sendiri." Rasa penasaran Izayoi tergelitik oleh ekspresi tersebut tapi seorang anggota polisi militer dengan panik bergegas mendekat dengan sebuah laporan tepat saat itu dan dia hanya bisa menelan pertanyaan tersebut untuk saat ini.
"Man…Mandra-sama! Ini gawat! Menurut laporan, Sandra-sama telah menyelinap keluar dari Istana!"
"Apa katamu?"
"Untungnya ada banyak saksi mata di kota dan dia seharusnya ada di Koridor Pajang berada sebelum [Tablet Lautan Bintang]!"
"Cih! Di saat seperti ini? Apa yang gadis itu pikirkan…"
Mandra ingin mengatakan lebih banyak lagi namun mendadak dia menahan lidahnya.
Dan ekspresi getir yang sama dengan yang sebelumnya muncul kembali di wajahnya saat dia menolehkan kepalanya untuk menghadap Izayoi.
"Aku minta maaf tapi bisakah kau menemaniku pergi ke [Tablet Lautan Bintang]?"
"Oke. Yah, aku belum cukup melihat Koridor Pajang itu, jadi dengan tawaran biaya masuk gratis, tentu saja aku akan dengan senang hati menerima kesempatan itu."
Mereka berdua mengangguk satu sama lain dan akan beranjak pergi ke Koridor Pajang.
Tepat saat itu, seseorang menyambar Izayoi. Penasaran siapakah orangnya, Izayoi menolehkan kepalanya—hanya untuk melihat si pemilik kios buah yang sama-sama basah kuyup dengan sari buah tersenyum dengan urat-urat yang muncul di keningnya.
"……Tuan, terima kasih untuk biaya perbaikan dan kerusakannya."
"……Mandra-sama, sang pengatur taktik, kau sudah mendengarnya, 'kan?"
Si pengusaha menatapi Izayoi sementara wajah Izayoi menyunggingkan senyum nakal saat menatapi Mandra.
Sebagai pemimpin pasukan polisi militer dan pengatur taktik, Mandra telah menduga sejauh itu bahkan sebelum Izayoi berkata begitu dan dia dalam diam mengeluarkan kantung koinnya untuk ditaruh di atas konter.
Setelah itu, Mandra meninggalkan tempat itu dengan ekspresi yang seratus kali lebih getir daripada sebelumnya.

Bagian 3
—[Ruby Cave], Kanal Bawah Tanah.
*Plonk* Raja Iblis Kekacauan diturunkan bersama dengan sapuan udara panas dan dia terjatuh dari posisinya di tengah-tengah udara.
"Sakit!"
Dia mencengkeram kepalanya saat berguling beberapa kali. Karena situasi yang mendadak, dia yang tidak dapat menanggapi situasi telah mendarat di tanah. Dengan kepalanya lebih dulu.
Untuk mencegah kanal tersebut diguncang benturan keras, batu yang membentuk kanal secara sepenuhnya dihiasi dengan banyak Gift. Di antaranya beberapa Gift untuk mencegah penyusup juga telah dipasang di beberapa titik untuk menjebak dan menyingkirkan.
Bisa dibilang adalah sebuah keberuntungan bahwa kesialannya hanyalah menyakiti kepalanya saja.
"Kenapa aku ada di kanal bawah tanah? Siapa yang membawaku ke tempat ini?"
Raja Iblis Kekacauan memegangi kepalanya saat mengamati sekitarnya.
Kanal bawah tanah yang sama rumitnya dengan labirin bawah tanah hanya memiliki beberapa pintu keluar tertentu dan bukanlah sesuatu yang bisa diakses dari mana saja. Atau setidaknya tidak ada pintu masuk dari jalan-jalan Distrik Komersial yang akan menuju ke jalan terusan ini.
Kalau begitu, siapa yang telah membawanya ke tempat ini? Kalau dia dapat mengetahui jawabannya beberapa detik sebelumnya—takdir Raja Iblis Kekacauan mungkin akan sedikit berbeda.
"Tahan—!"
"!?"
Suara tajam itu terdengar lantang dan sepertinya memiliki tekanan tinggi karena hanya dengan mendengar katanya saja telah memberinya ilusi diserang oleh sebuah kapak.
Karena gema di lorong bawah tanah ini, sumber suara ini tidak dapat ditentukan dengan tepat tapi bisa dipastikan bahwa orang tersebut pasti bersembunyi di titik buta jangkauan pandangannya.
Di bawah penerangan temaram, Raja Iblis Kekacauan segera menghentikan gerakannya. Ini bukan karena dia tidak dapat menentukan lokasi lawannya tapi karena insting alamiahnya untuk mempertahankan diri yang berteriak memperingatkan dirinya dengan volume tertinggi.
(……Ini gawat……Ini benar-benar gawat. Indera-inderaku benar lambat.)
Raja Iblis yang telah lama hidup dalam pengasingan kini merasa malu dengan kekurangannya yang diperlihatkan cukup sering hari ini.
Saat dia pertama kali menemukan dirinya berada dalam situasi ini, dia seharusnya sudah menyadarinya.
Jumlah Gift yang dapat membawa dia dari Distrik yang tidak memiliki pintu masuk ke lorong ini seharusnya sangat terbatas. Karena itu mungkin adalah sebuah Gift yang memungkinan untuk 'menembus'—atau sebuah Gift skala besar yang dapat mengendalikan 'Portal'.
(Pemindaha objek secara instan?.......Meskipun aku pernah mendengarnya di masa lalu, tapi ini pertama kalinya aku mengaalaminya sendiri.)
Raja Iblis Kekacauan merasa panik saat keringat dingin mulai membasahi punggungnya.
Kalau dia mengaktifkan Gift "虚度光阴‖"[2], dia mungkin saja dapat melarikan diri tapi harus mengincar saat di mana musuh mengendurkan penjagaannya.
Karena perintahnya adalah 'Tahan', itu juga berarti bahwa begitu dia bergerak, musuh juga akan memperlihatkan taringnya.
Mendengarkan suara napas musuhnya, Raja Iblis Kekacauan kemudian menyamakan detak jantungnya dengan itu sambil menunggu kesempatan.
Tepat saat dia bersiap untuk bergerak—suara garing terdengar dari dalam kegelapan.
"Yang benar saja, Maxwell-san! Menggunakan ancaman hanya akan menyebabkan orang lain salah paham dengan niat kita! Kita di sini untuk membuat kesepakatan, jangan menakut-nakuti orang seperti itu!"
Mendengar suara seorang muda yang sangat kontras dengan suasananya, Raja Iblis Kekacauan mau tidak mau ambruk ke tanah.
Tapi itu bisa dimengerti. Dia telah menyiapkan pikirannya untuk mengaktifkan Giftnya dalam sebuah pertaruhan dengan nyawa sebagai taruhannya tapi dihentikan saat itu juga oleh keluhan kekanakan seorang gadis kecil yang kelihatan mencoba untuk mengatasi situasi ini.
Kehilangan niat untuk bertarung, Raja Iblis Kekacauan memutuskan untuk mengabaikan perintah tersebut untuk melihat orang yang barusan bicara—ke arah Rin.
"Oi Oi, bukankah kau pikir perlakuan semacam ini untuk negoisasi rasanya sedikit memaksa? Ikuti permintaan klienmu lain kali ya, Raja Iblis Termodinamika yang cerdas?"
"……Hmph. Saat berurusan dengan orang kelas tiga yang hanya tahu bagaimana caranya menculik anak-anak, perlakuan barusan seharusnya sudah cukup sesuai, bukan begitu?"
Yang lain menjawab dengan nada angkuh dan menghina dan Raja Iblis Kekacauan baru saja akan membalas cemoohan itu seratus kali lipat saat Rin dengan panik menempatkan dirinya di antara mereka.
"Ba-ba-bagaimanapun, Maxwell-san, tolong mundurlah untuk saat ini! Kau tidak perlu mengacaukan situasinya setiap waktu!"
"Meskipun aku tidak begitu bersedia, tapi aku akan menurut saja. Tapi kalau kau begitu marah, kau akan melanggar arahan pengendali Game, kau tahu?"
*URIA!* Rin berteriak ke arah saluran air yang suram di ujung yang berlawanan. Dan setelah itu, pria yang tadinya berada di ujung saluran air itu……keberadaan [Raja Iblis Maxwell] langsung menghilang dalam sekejap.
Rin menghela napas kecil sebelum berbalik menghadapi Raja Iblis Kekacauan dengan tampang letih di wajahnya.
"Maaf soal barusan. Orang itu jelas kuat tapi kualitas karakternya tidak diinginkan."
"HehHeh, pasti sangat membuat sakit kepala……Baiklah kalau begitu ojou-chan, apa kau mencariku karena mengetahui bahwa aku adalah Raja Iblis Kekacauan dan situasi yang kumiliki?"
"Ya. Alasanku datang kemari adalah untuk bertemu dengan [Bencana dari Utara] yang terkenal, Raja Iblis Kekacauan. Kalau kau bisa memaafkan sikap tidak sopan tadi, aku akan sangat merasa bersyukur dengan kehormatan itu."
"……Oh?" Raja Iblis Kekacauan menghela napas panjang kagum.
Meskipun banyak orang yang mungkin pernah mendengar julukannya sebagai Raja Iblis, julukan lain sebagai [Bencana dari Utara] bukanlah gelar yang diketahui secara umum. Karena nama lain itu hanya pernah dikatakan pada mereka yang pernah mengalami Ujian yang diadakan olehnya.
"Mengejutkan. Seharusnya tidak ada lagi orang yang mendengar nama lainku itu dan berhasil selamat……Oh sudahlah, lupakan saja. Apa yang kau ingin aku lakukan? Akan kuanggap aku berhutang budi padamu untuk yang barusan itu dan tidak peduli betapa sulitnya tugas yang kau siapkan untukku, aku akan bersedia dengan senang hati menerima permintaan tersebut."
Raja Iblis Kekacauan tertawa di bawah lipatan jubah panjangnya.
Dia telah menduga dari organisasi manakah Rin berasal karena peringatan yang diberikan oleh Shiroyasha saat wanita itu turun dari posnya sebagai [Floor Master] telah menyebar bagai api liar dan bahkan dirinya yang hidup di tempat terpencil pun mendengar berita tersebut.
—[Raja Iblis Maxwell] telah bergabung dengan Aliansi Raja Iblis.
Kemudian dia yang dipanggil sebagai "komandan" [Pengendali Game], hanya bisa muncul dari organisasi itu.
Jadi Raja Iblis Kekacauan merasa penuh dengan antisipasi saat dia diminta secara provokatif.
"Baiklah kalau begitu ojou-chan, apa yang kau harapkan untuk di'Kamikakushi'? Kau pasti sangat ingin menyambar seorang atau dua orang individu berbakat sampai kau harus mencariku, 'kan?" Dia merentangkan lengannya, menegaskan keberadaannya.
Permainan kejar-kejaran sebelumnya hanya sebagian dari kekuatannya yang sebenarnya. Mengadakan Ujian yang mengesampingkan kecerdasan Umat Manusia adalah lambang sejati dari seorang Raja Iblis. Dan jika seseorang melihatnya dari sudut pandang itu, berarti dia bahkan belum memperlihatkan sepersepuluh dari kekuatannya yang sebenarnya. Oleh karena itu, Raja Iblis Kekacauan dapat mencela Rin sambil membangga-banggakan nilai dirinya sendiri.
Rin menempatkan satu jari pada bibirnya saat dia membalas dengan tatapan penuh kegembiraan di wajahnya:
"—segalanya."
"Apa?!"
"Kubilang, aku ingin segalanya."
—Untuk sesaat, Raja Iblis Kekacauan meragukan telinganya dan bertanya kembali secara refleks.
Tapi Rin tidak mempedulikannya saat dia menjulurkan lengannya sambil mengayunkan rambut hitam indahnya yang berkilau saat dia menari berputar-putar. Dan sementara dia melakukan tindakan imut seperti seorang anak gadis begitu, dia mengerjapkan matanya yang indah pada pria itu saat melanjutkan:
"Itu benar, itu bukanlah kiasan. Setiap individu berbakat, material, wilayah kekuasaan, posisi sosial, Bendera, Nama, dan Gift yang telah dianugerahkan pada sebidang lahan ini. Merebutnya. Semuanya itu. Tidak membiarkan satu orang pun lepas dari tanganmu, merampas kekayaan mereka—Demi alasan itu, kami memerlukan 'Kamikakushi'mu, wahai Raja Iblis Kekacauan."
Itu adalah kata-kata yang dia nyatakan dengan suara mirip lonceng yang menginspirasi tersebut.
Itu bukanlah sebuah kiasan—Ya, mereka ingin merebut segalanya.
Ini adalah tempat di mana Masetr dari Utara, Selatan dan Timur berkumpul untuk bersiap-siap menghadapi Aliansi Raja Iblis tapi mereka ternyata telah memikirkan rencana ini dengan mengetahui fakta tersebut. Seakan-akan mengolok-olok musuh secara terang-terangan. Dan di mata orang yang mengucapkan kata-kata penghinaan itu—gadis bernama Rin sama sekali tidak memperlihatkan sedikit pun kekhawatiran atau jejak rasa takut bahwa kemungkinan rencana tersebut gagal. Hanya ada kegirangan yang muncul di wajah tersenyum gadis itu yang merasa senang dengan rencana perampasan yang dalam waktu dekat akan dilaksanakan.
Oleh karena itu Raja Iblis Kekacauan mengubah cara pandang pada gadis ini.
Dibandingkan dengan dirinya sendiri, gadis ini menunjukkan inti yang sesungguhnya dari istilah 'Raja Iblis' dari semua orang yang pernah dia temui sejauh ini.
"―……Ha, Haha…….HehHehHehSiaHahahaha!!!!!! Ini gawat, gawat, benar-benar gawat, sunguh-sungguh karma tugas yang gawat! Di masa di mana bahkan Raja Iblis yang kuat menyembunyikan nama dan julukannya untuk bertahan hidup, ternyata ada bocah kecil yang lebih gila daripadaku, si hantu gila dan lapar yang mengembara di Bumi?‼‼ Kelihatannya bahkan setelah seribu tahun, dosa tetaplah mengakar begitu dalam di dunia ini……"
Raja Iblis Kekacauan tertawa lantang sambil memegangi perutnya, tertawa begitu keras sampai air matanya mengalir keluar juga.
Tapi setelah tawanya menghilang, Raja Iblis Kekacauan terengah-engah saat dia bangkit berdiri dengan tatapan membara oleh api semangat bertarungnya.
"—Baiklah, aku akan mengikuti ojou-chan untuk perjalanan itu kalau begitu. Keluarkanlah buku perekrutan Aliansimu dan aku, Raja Iblis Kekacauan akan mulai saat ini juga untuk berdiri di belakang Bendera Aliansi Raja Iblis di bawah langit ini."
Dia membuka rahanya yang semerah darah saat dia menertawakan kata-kata yang keluar itu.
Mengeluarkan buku perekrutan Aliansi dan sebuah Bendera, Rin merasa cukup puas dengan tawa jahat dan tanpa takutnya. Dan di bawah Bendera yang mulai berkibar—dia mengumumkan.
Ini adalah Bendera Aliansi yang telah mengumpulkan banyak Raja-Raja Iblis kuar di bawah perjanjiannya dan di permukannya ada sebuah 'Ular Berkepala Tiga yang menggigit ekor yang menghiasi di atasnya dengan mata yang memancarkan cahaya aneh seperti pancaran cahaya yang memantul dari mahkota seorang raja.
"Dengan ini aku menyambutmu, Raja Iblis Kekacauan. Kami dari [Ouroboros] menyambutmu ke antara kami."




[1] Kalau menurut raw englishnya sih "buah pahit yang diserahkan padanya (Izayoi)". Berhubung rasanya agak-agak gimana gitu, jadi kusesuain dengan situasi :P
[2] Kalimat ini berarti Gift yang digunakan untuk menghentikan waktu